Sejarah Kerajaan Mekongga

0
371


Salah satu sudut di Kota Kolaka. Sumber foto: BAPPEDA Kolaka

SULTRANEWS-Kerajaan di Sulawesi Tenggara lainnya adalah
kerajaan Mekongga di Kolumba, yaitu, dekat Kolaka sekarang. Kerajaan ini diawali
dengan Tomanurung (Sangiandudu) Larumpa Langi yang menurut tradisi
setempat  adalah kerabat Sawerigading
dari Luwu dan tibanya bersamaan dengan Wekoila. Dia dirajakan oleh rakyat
setempat karena jasanya menyelamatkan rakyat dari keganasan burung Garuda  besar (Kongga). 

Dari tradisi  Konawe, Kongga ini dibunuh oleh Onggabo.
Onggabo bergelar Rundu Lamoa (Bahasa Tolaki) yang sama maksudnya dengan La
Rumpa Langi (Bahasa Bugis). Rundu Lamoa berarti gemuruh angkasa sedangkan Rumpa
Langi mengandung arti gemuruh langit atau penyerang langit atau pengaduh
langit.  

Larumpalangi digantikan oleh
anaknya yang bernama Lakonunggu yang kemudian digantikan oleh anaknya  yang bernama Melanga. Setelah Melanga
memerintah Lagaliso anak Melanga. Masa pemerintahan Lagaliso yang mula-mula
kawin di Mekongga  dengan anak seorang
Toono Motuo setempat dan melahirkan seorang anak perempuan bernama Wealusu yang
kemudian kawin dengan Tondumoia dari Konduha anak Mokole Konawe. Dari
perkawinan ini lahir anaknya bernama Lamba-Lambasa. 

BACA :  Tersangka Korupsi Percetakan Sawah Masuk Bui

Wilayah Mekongga pada saat
itu  terdiri dari 7 kampung yang dikepalai
oleh 7 Toono Motuo. Ketujuh Toono Motuo ini kemudian merupakan dewan kerajaan
Mekongga. Pada zaman Lamba-lambasa mulailah diadakan jabatan-jabatan  kapita sapati dan pabitara sebagai kabinet
kerajaan.  

 Kapita merupakan wakilnya
(Mokole) disamping tugas pokoknya sebagai penanggung jawab  pertahanan/keamanan. Sapati menangani tugas
pemerintahan dan kesejahteraan sedangkan pabitara mengurus masalah adat
istiadat (hokum). Wilayah bawahan dikepalai toono motuo dengan pembantu-pembantunyasebagai
berikut;

a.     Pabitara

b.    Posudo

c.     Tamalaki

d.     Todu

e.     Mboakoi

f.       Mbuawai

g.     Mbuseke

h.    Toka

i.       Tusa
Wuta, mengurus hal-hal yang menyangkut perkawinan rakyat

Kerajaan mekongga sampai pada
akhir abad 16 merupakan kerajaan kecil saja yang wilayahnya tidak lebih  dari 7 kampung yang dikepalai oleh Toono
Motuo.   

(Referensi buku Aneka Budaya Sultra yang diterbitkan tahun 1979)