Saat Anggrek Macan Namu Begitu Menggoda

0
464

Bunga anggrek Macan yang cantik milik warga di Desa Wisata Namu. foto: RURUHI PROJECT/ YOSHASRUL

SULTRANEWS-SULTRANEWS- Kekayaaan hayati negeri ini tak dipungkiri begitu melimpah, baik flora maupun
pauna. Salah satunya, adalah adalah anggrek macan (Grammatophyllum scriptum) yang bisa ditemukan tumbuh di Desa
Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Grammatophyllum
scriptum
adalah spesies anggrek dari keluarga Orchidaceae. Helaian bunga berwarna dasar kekuningan dan
bertotol-totol cokelat. Karena motifnya yang bertotol-totol itulah anggrek ini
sering disebut juga anggrek macan. Ada juga yang helaian bunganya berwarna
dasar hijau. Bunga anggrek ini tidak terlalu besar, panjang sepalnya kira-kira
hanya 3 cm.

Grammatophylum scriptum kebanyakan berasal dari
hutan pantai, dengan ketinggian tempat tidak lebih dari 100 m dpl. Ada yang
tumbuh di tanah, ada yang menempel di pepohonan. Dalam pemeliharaan, jenis ini
menyukai panas dan air, tetapi jangan sampai tergenang. Jadi, sebisa mungkin,
tempatkan anggrek ini di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Jenis
media tanam yang bisa digunakan untuk menanam anggrek ini adalah pakis atau
arang kayu. Karangan bunga panjang, menjuntai ke bawah.Oleh karena itu, anggrek
macan ini paling baik ditanam dalam krat dan digantung atau ditempelkan pada
dahan pohon.

BACA :  Meriahnya HUT Kolaka yang Dihadiri Para Tokoh
Anggrek macan yang dibudidayakan warga di Desa Wisata Namu. foto: RURUHI PROJECT/YOSHASRUL

Anggrek macan memiliki umbi semu pendek. Helaian
daun tumbuh di atas umbi semu ini. Pada zaman dulu penduduk asli Ambon membuat
pasta dari umbi semu anggrek ini untuk mengobati luka.

Di Desa wisata Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten
Konawe Selatan adalah desa dimana warganya tengah mengembangkan tanaman anggrek
macan. Anton salah satunya. Ia mengaku mendapatkan anggrek macan di hutan yang
tidak jauh dari pemukiman penduduk. “Anggrek ini banyak terdapat di hutan,  karena dekat dengan sumber air,”kata Anton.

Anggrek yang diperoleh dari hutan alam, kemudian
dibudidayakan Anton dengan menempelkan akar anggrek di batang pohon kelapa yang tumbuh di halaman rumahnya.
Beberapa pengunjung yang pernah mampir di Desa Namu sempat menyaksikan bunga anggrek Anton yang tengah mekar.  “”Beberapa
pengunjung sempat meminta anggrek ini,  dengan senang hati saya berikan,”katanya.

Anggrek macan di Indonesia terdapat di Papua,
Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Di Indonesia paling tidak ditemukan
3 macam anggrek macan. Ketiganya berbeda dalam hal warna, corak, dan jarak
antarkuntum bunga. 

BACA :  Diduga Korban Kekerasan Seksual, Bocah Laki-laki Ditemukan Terluka Dalam gedung Kosong

Sementara Anggrek macan dari tanah Namu memiliki karangan bunga panjang,
bisa mencapai 1,5–2 meter, dengan jarak kuntum bunga yang satu dengan yang lain
cukup rapat. Anggrek ini biasanya berbunga setahun sekali, namun ada juga yang
berbunga dua kali setahun. Bunga bertahan cukup lama, sampai sekitar 2 bulan.
Penampilan bunga anggrek macan yang berasal dari Namu ini mirip dengan yang
berasal Papua Anggrek macan ditemukan juga di Ternate dan Flores. Penampilan
bunganya mirip dengan yang dari Papua, namun jarak kuntum bunga tidak rapat.
Ada lagi yang berasal dari Sulawesi dan Ambon, namun warna bunganya lebih
pudar.

Di Filipina juga ditemukan Gramatophyllum
scriptum. Ada yang berwarna cokelat polos, ada yang berwarna hijau dan
berukuran kecil-kecil dengan jumlah kuntum banyak dan berjarak rapat. Anggrek
macan tersebar juga di Kepulauan Solomon, Papua Nugini, serta Kepulauan Fiji
and Santa Cruz. (YOSHASRUL/NUGRAMEDIA)