Menyusutnya Luasan Kawasan Mangrove di Pesisir Kendari

0
58

SULTRANEWS-Kondisi  kawasan hutan bakau atau mangrove di pesisir Kota Kendari semakin menyusut. Pada rona awal,  diperkirakan hutan mangrove mencapai 525 hektare kini menyusut menjadi 367,5 hektare.

“Semula kawasan mangrove di wilayah pesisir Kendari mencapai 525 hektare namun kini tersisa kurang lebih 70 persen atau sekitar 367,5 hektare,” kata Agus Salim Safrullah, Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari pada wartawan.

Kondisi ini membawa keprihatinan tersendiri bagi Pemerintah Kota Kendari karena dinilai selain menghilangkan keanekaragaman hayati, juga akan menjadi ancaman bagi penduduk di pesisir Kendari.

“Ada banyak sekali manfaat hutan Mangrove bagi lingkungan,  selain memiliki fungsi fisik menjaga garis pantai agar tetap  baik, melindungi pantai dari abrasi, dan intrusi air laut, juga memiliki fungsi biologis sebagai habitat berbagai jenis biota,” katanya.

Untuk mengembalikan kelestarian hutan mangrove maka diperlukan  keterlibatan masyarakat dalam pengawasan. “Keterlibatan masyarakat dalam pelestarian mangrove sangat penting untuk menekan tingkat kerusakan mengingat  mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir dan lautan yang potensial bagi ekonomi, sosial dan lingkungan hidup masyarakat pesisir,”urainya.

BACA :  Bupati Wakatobi Masuk Nominasi Menteri Kelautan di Kabinet Jokowi

Kawasan mangrove di Kendari sendiri membentang disepanjang garis pantai teluk Kendari dari Kelurahan Tondonggeu bagian selatan Kendari sampai Kelurahan Purirano di bagian utara Kendari. SK/AN