Lakukan Aktivitas Pertambangan, PT.Baula Petra Buana Dinilai Menyalahi Aturan

0
536

15139264_10205776857859649_735894774_n

SULTRANEWS-PT.Baula Petra Buana saat ini sedang mengalami masalah internal, dimana para pemegang saham atau komisaris dalam perusahaan tambang yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ini tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas penambangan yang telah dikeluarkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sultra per tanggal 31 Oktober 2016 lalu.

Andi Makkarawu Isazarni selaku Kabid Mineral dan Batubara Distamben Sultra menjelaskan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat penghentian terhadap PT.Baula Petra Buana agar tidak melakukan operasi dalam hal ini segala aktivitas pertambangan tidak diizinkan.

“Ada yang keberatan jika PT.Baula Petra Buana melakukan aktivitas pertambangan, karena antara komisaris yang satu dengan yang lainnya masih belum jelas dalam dokumen, sehingga kami meminta kepada semua pihak yang terlibat didalamnya untuk menyelesaikan masalah internal tersebut. Kami menilai masalah ini hanya sebuah masalah internal antara orang-orang yang ada dalam perusahaan tersebut, sehingga kami meminta untuk membawakan dokumen resmi terkait kepengurusan dan kepemilikan dalam perusahaan tersebut,” jelasnya, Senin (21/11/2016).

BACA :  Puluhan Ribu Ikan Air Tawar Lenyap

Namun kenyataan yang ada, hingga saat ini masih terjadi aktivitas pertambangan di PT.Baula Petra Buana. “Sejak kami keluarkan surat untuk penghentian aktivitas maka memang tidak boleh ada aktivitas lagi, tetapi jika kenyataannya masih ada aktivitas akan ditinjau lagi karena ini masalah administrasi,” katanya.

Ia menuturkan bahwa jika masalah dokumen sebenarnya dikembali kepada pemerintah kabupaten tempat perusahaan tersebut melakukan aktivitas pertambangan, yakni diserahkan kepada Pemda Konsel, hanya saja karena ada peraturan yang bisa diambil alih oleh pemerintah provinsi, sehingga hal tersebut ditangani oleh pemerintah provinsi.

Sebelumnya, Rudi Rusmadi yang merupakan salah seorang komisaris dari PT.Baula Petra Buana telah melaporkan beberapa oknum yang telah ia curigai yang juga merupakan orang dalam perusahan itu. Laporan yang disampaikannya tersebut kepada pihak yang berwajib terkait adanya upaya pemalsuan dokumen yang berisikan seolah-olah Rudi Rusmadi selaku komisaris mengundurkan diri dari jabatannya, padahal Rudi Rusmadi sama sekali tidak pernah melakukan hal tersebut.

15139264_10205776857859649_735894774_n Menindak lanjuti laporannya tersebut, Rudi Rusmadi kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Distamben Sultra untuk kemudian meninjau dokumen, sehingga dikeluatkanlah surat penghentian aktivitas pertambangan sampai masalah administrasi yang berhubungan dengan adanya upaya pemalsuan dokumen tadi diselesaikan. (LINA)

BACA :  Tersangka Korupsi Percetakan Sawah Masuk Bui