Komunitas Satra Muda Kendari Gelar Malam Sastra

0
223

ilustrasi. log.viva.co.id

 “Let Art
Brings Peace” 

 

Sebagai salah satu
komunitas baru yang bergerak pada bidang seni, sastra dan budaya, Komunitas
Sastra Muda mendapatkan kepercayaan dan kesempatan yang
sangat besar dengan meraih hibah Seni Cipta Perdamaian dari Yayasan Kelola yang
bekerjasama dengan Kedutaan Denmark. Melalui program Seni Cipta Perdamaian 2016
ini, KSM mengusung judul kegiatan Malam Satra, dan memilih untuk mengangkat
konflik dalam keluarga akibat perbedaan pendapat dalam pemilihan umum.

Pada kegiatan Malam Sastra
di Sultra yang pertama ini, yaitu tepatnya pada tanggal 30 Juli 2016, KSM akan
mengangkat isu politik di lingkungan keluarga. Sebagaimana yang kita ketahui
bawah pesta demokrasi yang baru saja terjadi pada tanggal 9 Desember 2015 masih
meninggalkan ketegangan pada institusi sosial yang paling kecil, yaitu
keluarga, sehingga pesta demokrasi lebih nampak seperti perang demokrasi. Untuk
menghindari konflik antara keluarga pada pemilihan Walikota Kendari yang akan
datang, maka KSM memutuskan untuk mengadakan pementasan seni teater parodi dan
pameran gambar yang mencoba menyampaikan pesan tentang kedewasaan berpolitik
untuk menciptakan perdamaian demokrasi.

Dalam merespon isu yang terjadi di Kota Kendari KSM
memilih strategi pendekatan sosial yang dirangkai dalam balutan seni, sehingga
masyarakat dapat lebih santai tanpa ketegangan politik dalam menikmati pentas
yang berisi pelajaran tata krama dalam berpolitik yang menuntut kedewasaan
dalam berpolitik. Adapun tahapan proses kegiatan ini adalah; kegiatan ini akan diawali
dengan pameran gambar dari beberapa perupa muda di Kota Kendari sejak pukul
13.00 wita dan akan dilanjutkan dengan pementasan teater parodi yang berjudul
‘Madona’ pada pukul 20.00 wita, dimana penonton akan disuguhkan aksi beberapa
tokoh yang akan menunjukkan akibat negatif dari tidak adanya kedewasaan
berpolitik dalam satu keluarga yang dibandingkan dengan satu keluarga yang
masing-masing memiliki kedewasaan dalam berpolitik.

Adapun hasil nyata yang ingin dicapai melalui
pementasan teater parodi dan pameran gambar ini adalah perubahan pola pikir
masyarakat setelah mengikuti beberapa rangkaian acara Malam Sastra di Sultra.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya ikut berpartisipasi dalam pilkada tanpa
harus mengikutsertakan kepentingan pribadi dan dapat menunjukkan kedewasaan
dalam berpolitik, sehingga ketegangan dan konflik antar keluarga dapat
terhindar.

Kegiatan ini dipercaya akan memberikan dampak yang
berkelanjutan. Hal ini dikarenakan kegiatan ini bersifat terbuka bagi media
yang ingin meliput, sehingga masyarakat yang tidak berkesempatan hadir dapat
tetap mendapatkan informasi terkait dengan tata krama dalam berpolitik.
Begitupula dengan organisasi lainnya yang berfokus pada isu-isu sosial, HAM,
hukum dan politik, Malam Sastra dapat menjadi salah satu bahan dalam menyikapi
ketegangan politik dari sudut pandang yang berbeda dan juga dapat diperuntukan
sebagai bahan advokasi atau pendampingan pendidikan politik yang sehat. (Imut)