Ini Empat Buah Lokal Kendari yang Hampir Punah

1
1653

SULTRANEWS-Dataran wilayah Sulawesi Tenggara ternyata memiliki ragam koleksi buah lokal yang beberapa diantaranya sudah sangat langkah, bahkan mendekati punah. Aneka buah dan biji-bijian ini sebagaian tumbuh di pinggiran hutan dan juga kebun warga.

Masuknya industri tambang dan sawit yang menghancurkan sebagain besar kawasan  hutan diduga turut mempercepat kepunahan buah-buahan lokal ini. Berikut aneka buah dan biji lokal yang perlu kamu ketahui:

  1. Buah Ruruhi
Dok foto milik Yoshasrul
Dok foto milik Yoshasrul

Buah ruruhi berbentuk bulat kecil. Buah mengalami proses pergantian warna sebanyak tiga kali, buah mudanya  berwarna putih kemerahan, kemudian merah darah dan saat menjelang panen (buah masak) akan berwarna hitam cemerlang. Rasa buahnya asam, karenanya saat dikonsumsi warga selalu menambahkan dengan garam. Pohon ruruhi berbatang sedang dan keras. Bentuk daunnya memanjang, berbuah sekali setahun dan umumnya di bulan Oktober. Ruruhi tumbuh di pinggiran hutan yang tanahnya datar dan berbukit. Tahun 1990-an populasi pohon ruruhi masih tumbuh subur bahkan dikebun-kebun warga, namun belakangan kehadiran industri ekstraktif yang rakus lahan, populasi pohon ruruhi ikut berkurang bahkan mendekati punah.

  1. Buah Lobe-lobe
BACA :  Dukung Palestina, Cristiano Ronaldo Dikecam Israel
Sumber Dok. foto milik Nannu / Facebook

Bentuknya bulat dan berkulit lembut licin. Buahnya sebesar buah langsat atau klengkeng. Rasannya asam manis. Pohon lobe-lobe tumbuh di kawasan hutan dan perkebunan rakyat khususnya dipinggiran sungai. Berbatang keras dengan batang berukuran sedang. Buah lobe-lobe hingga kini semakin jarang ditemui, bahkan di pasar-pasar lokal sudah tidak ditemukan lagi orang-orang menjual buah satu ini. Sama halnya dengan buah Ruruhi nasib pohon lobe-lobe kian mendekati kepunahan akibat banyaknya kawasan hutan yang rusak.

  1. Buah Singi
Dok foto milik Yoshasrul
Dok foto milik Yoshasrul

Buah singi adalah jenis buah-buahan yang terdapat di hutan Sulawesi Tenggara khususnya di dataran Kendari dan sekitarnya. Daging buahnya lembut dan berwarna kuning bersih dan berasa asam. Pohon singi cukup tinggi dan berbatang besar. Pohonnya banyak tumbuh di pinggiran sungai di pinggiran hutan. Besar buahnya sebsar bola kasti dan daging buahnya dilindungi kelopak buah yang berlapis-lapis. Buah singi cukup membantu para penggiat lingkungan saat beperhian ke gunung hutan, karena dapat dikonsumsi untuk menambah nutrisi.

  1. Buah Eha
Dok. foto milik Wawan Setiawan

Pohon eha cukup besar berdaun kecil. Tipe tumbuhan yang hidup hutan rapat. Karena berbatang besar pohon eha juga menjadi salah satu pohon yang banyak diburu para penebang liar /ilegal logging sehingga populasinya terus menurun.

BACA :  Siklus Banjir Lima Tahunan Perlu Diwaspadai

Buah eha adalah jenis buah kacang-kacangan. Bentuknya bulat lancip dan kulit biji berwarna kecoklatan. Sebelum dikonsumsi, buah eha biasanya disangrai terlebih dulu hingga kulit buahnya terlihat menghitam. Rasa buahnya mirip kacang dan enak dikonsumsi dengan teh hangat.  (YOS)

  • Zulfikry Rustan

    kenapa cuma 4?